Rindu
anakku, ketika ayah menulis tentangmu, ibumu, dan kita
pena ini tergetar nak..,
tinta hitam yang dingin berubah merah dan menggigil
lalu hawa panas dari satu sisi tubuhku
memancar dari kedalaman hitam itu
dan tinta itu tumpah memenuhi kertas putihku
Saat ayah menulis tentangmu, ibumu, dan kita
kulit, daging, dan tulang-belulang ikut menulis nak..,
ayah menulis dengan tinta tak terhapuskan
dari segenap perasaan rindu dan sayang
yang tak kau rasakan
[Selamat Ulang Tahun anak-anakku, Rindu dari Ayah]
01/10/06
Tak Pernah Tahu
dengan segenap sinarnya
mentari menyinari lautan
hingga siang berlipat cahaya
agar ombak dan buih terlihat nyata
lembut dan berkilau cahaya
tetapi sungguh tak lumrah ini semua
sebab malam sedang gelap gulita
dan kata-kata berjatuhan dari langit yang gelap
tak tentu arah dan tempat,
tak dapat saling bertemu
kata-kata itu tak tahu cara bicara,
kata-kata itu tak tahu cara terdiam
waktu yang membuatnya demikian
seperti mulutku dan mulutmu
yang tak pernah tahu
apa yang telah terucapkan
01/10/06
Kemarahan
oleh senonoh sungai
diberikanlah darahnya pada laut
ikan-ikan berdatangan
menjemput rasa yang asing
lalu satupersatu ikan mati
debur ombak membawa duka
tersebar berita di sepanjang pantai yang pucat
saat matahari terjepit dedosa
dan tangis terkubur sampah kota
oleh kemarahan laut
mendung dan hujan ditahan
hingga kebakaran menghanguskan
sekumpul senyum gila
29/09/06
