Wednesday, September 24, 2008

Lukisan Anakku

perahu berlayar semakin jauh semakin kecil
menjelma dalam lukisan anakku
tentang layar terkembang di tengah lautan
"Ayah, nanti perahu itu sampai disini lagi"
demikian anakku meyakinkan
seolah tahu bulatnya bumi
lalu ia kembali melukis
perahu yang tertambat
di dermaga depan mata
lalu anakku bertanya
"Ayah, Sang Nakhoda dilukis dimana?"
oh airmataku


Lukamu

lukamu begitu dalam
dan dalam-dalam ingin
kau kubur kenanga

mari kubantu
menggali lubang yang dalam
agar tak lagi menyembul
keluar


Aku Ingin Pulang

terimalah peluk cium yang layu
sebelum aku pergi
hiruplah aroma tubuhku untuk terakhir kali
agar ada bau yang bisa kau kremasi
dan lepaskanlah…

buatku, sepelukan telah cukup
untuk membangun cerita-cerita yang runtuh
ketika siang begitu menyilaukan
dan malam habis dalam diam

dusta-dusta itu telah dilarung di lautan
tetapi tak pernah menjadi purba
dan setiap kali harinya tiba
berbondong kenangan mengunjunginya

tak ada lagi yang dapat sembunyi dari waktu
yang menjelma pangkuan seorang ibu
tak ada lagi yang bisa tertahan
dari cahaya yang menyejukkan
ibu… aku ingin pulang




0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home