Saturday, March 07, 2009

Yang Diam-diam

siapapun tak dapat melihat
engkau yang datang diam-diam
ketika malam beranjak lepas

dengan mudahnya
engkau masuk ke dalam ruang tidurku
mencatat setiap warna di kamarku
menghitung desah nafasku
dan mengunci pintu kamarku
saat engkau meninggalkanku
dalam lelap, dalam tidur

siapapun engkau
telah dapat mengambil lelapku dan pagiku
ketika aku kebingungan
mencari kunci pintu kamarku

Mlg, 08/03/09

Sediakalaku

sediakalaku
senyum dan puisi, airmata dan sepi
luka dan memori, sabar dan rindu
mengalir di sungai harapan
jauh mengalir membelah kemarahan
membawa mimpi-mimpi
untuk kuberikan kepada cinta
kepada cinta, kepada cinta

Mlg, 07/01/09

Bocah Kecil dan Ikan Kecil

aku ingin bercerita
tentang ikan yang ditangkap bocah kecil
di tepi pantai yang tenang, tenang sekali
ikan yang gembira, ikan yang bersedia mati
demi senyum dan tawa bocah kecil

tangkaplah aku bocah kecil, tangkaplah aku
meski kau jauhkan aku dari air lautku
bawalah, bawalah ke rumah ayah bundamu
tunjukkan aku, tunjukkan aku pada mereka
dengan keceriaan dan kebanggaanmu

bocah kecil berlari kecil dari pantai yang tenang
menggenggam ikan kecil, dengan riuh berderai
ditunjukkannya ikan itu, ditunjukkan
dengan wajah menunggu, diulurkanlah ikan itu
pujian dan kebanggaan melonjakkan kaki-kaki kecil
membuatnya berlari kembali ke pantai yang tenang

bocah kecil itu, menyusuri pantai mencari ikan
mencari pujian dan kebanggaan
tetapi ikan begitu licin dalam genggaman tangan kecilnya
tertangkap dan lepas melompat
berulangkali, berulangkali
bocah kecil itu pulang dengan khawatir

ayah bundanya menunggu kedatangan
bukan ikan-ikan kecil, juga bukan bocah kecil
tetapi anaknya yang lupa membawa kembali
ikan kecil ke pantai yang tenang
dimana ikan kecil melepas kekhawatiran
di telapak tangan seorang anak
yang masih begitu kecil

Mlg, 07/01/09

Yang Tertinggal

kepada yang kutinggalkan,
rindu itu tirakat tak pernah lelah
melewati semak belukar hutan firasat
rindu itu kedut-kedut yang menyela
ketika kusuapkan cinta pada neraca
yang renta oleh karat dilema

tahun itu, ada yang tertinggal
di sela-sela gigimu yang putih bersih
ada yang bersembunyi di lipatan pipimu
ketika engkau tersenyum
-adalah hujan di laut yang marah

bertahun sudah,
cerita-cerita sepoi menghamba pada ketakutan
sehingga amalan-amalan rindu
tak lagi mempan membuatmu
melihat lautan di masa lucu

Mlg, 07/01/09

Monday, January 05, 2009

Sejenakku

sejenak debu-debu berhenti
matahari menjilatkan api
rongga-rongga hidup meradang
kilat-kilat api membakar debu-debu
hangus di pelupuk mata

halus lembut rintih kesakitanku
menembus batu yang hampir hancur
oleh perasaan rindu

sejenak mimpiku terhenti
oleh tangis anak-anak
yang kebingungan

Malang, 21 Dec 2009