Sunday, November 07, 2004

Kutuk Cinta

aku mencintaimu sejak kutuk masa lalu
yang menjadikanmu batu
dan menjadikan aku pengembara waktu

tetapi setelah kehidupan baru demi kehidupan baru kita bertemu
engkau tetap saja batu yang bisu
seakan cinta hanya angin pagi yang menerpa dan berlalu
sesaat hilang seperti bumi merenggut embun

cinta memang tidak melulu keindahan atau keceriaan
tetapi rindu yang demikian tajam telah merobek dadaku
hingga aku selalu bertengkar dengan waktu

mungkin rindu dari kutuk cinta ini
akan menjadi catatan sejarah yang tak pernah selesai dalam diary
hingga mencintaimu seperti mencintai dunia yang tak kunjung usai

30/09/04

Selalu Terbias Cahaya
: Shella

selalu terbias cahaya
dari kacamata yang kau kenakan
setiap kali pagi beranjak keluar
menyadap embun di dedaun

kau telagakan embun di dada
untuk perahu kertas yang telah lama ada
tetapi berulangkali kau apungkan perahu kertas itu
angin tak juga datang melayarkannya
sedang dermaga semakin gulita

selalu terbias cahaya
dari kacamata yang kau kenakan
meski perahu kertasmu tak juga terlayar

10:35 19/10/04