Hanya Engkau Yang Tahu
hanya engkau yang tahu dimana kenangan terletak
lelaki dina mengais keping-keping purnama
saat bulan begitu rapuh
sajak-sajak menjadi ungu, meraba yang terjadi
tak ada yang termiliki, tak ada yang tersentuh
kepompong kosong, kupu-kupu tinggal nama
saat senja tiba, mata hilang cahya
di langit-langit kenangan kan runtuh
pintu dan jendela begitu jauh
tubuh dibeku senyap
perlahan cair dalam kudap senyummu
hanya engkau yang tahu dimana letak kenangan
saat bulan begitu rapuh
Januari 2005
Lelaki Peselancar
seorang lelaki bermain-main dengan gelombang
di atas kertas selancar buram
dicatatnya buih dan karang
diujung lidah gelombang yang menjulur-julur
buih putih riuh meluncur, jauh ke pantai
yang menanti, yang menanti
meski lagu nyiur begitu menjemukan
hingga senja berkarat di sela pegunungan
di setiap pori-pori tubuh lelaki itu terpasang bumbung
menyadap setiap keringat
hingga tak ada yang tersisa untuk kau seka
selain airmata
kelak akan kau kenang
selancar yang terdampar, buih mengembang
dan karang tetap menantang
di pantai yang tak pernah habis dituliskan
11:18 14/02/05
