Saturday, February 26, 2005

Hanya Engkau Yang Tahu

hanya engkau yang tahu dimana kenangan terletak
lelaki dina mengais keping-keping purnama
saat bulan begitu rapuh

sajak-sajak menjadi ungu, meraba yang terjadi
tak ada yang termiliki, tak ada yang tersentuh
kepompong kosong, kupu-kupu tinggal nama

saat senja tiba, mata hilang cahya
di langit-langit kenangan kan runtuh
pintu dan jendela begitu jauh
tubuh dibeku senyap
perlahan cair dalam kudap senyummu

hanya engkau yang tahu dimana letak kenangan
saat bulan begitu rapuh

Januari 2005

Lelaki Peselancar

seorang lelaki bermain-main dengan gelombang

di atas kertas selancar buram
dicatatnya buih dan karang

diujung lidah gelombang yang menjulur-julur
buih putih riuh meluncur, jauh ke pantai
yang menanti, yang menanti
meski lagu nyiur begitu menjemukan
hingga senja berkarat di sela pegunungan

di setiap pori-pori tubuh lelaki itu terpasang bumbung
menyadap setiap keringat
hingga tak ada yang tersisa untuk kau seka
selain airmata

kelak akan kau kenang
selancar yang terdampar, buih mengembang
dan karang tetap menantang
di pantai yang tak pernah habis dituliskan

11:18 14/02/05

Friday, February 18, 2005

Terjadilah

aku tak mengerti resahmu
seperti engkau tak mengerti resahku

seperti tidurmu dan tidurku
yang tak lagi dilindung lelap
sementara mimpi selalu bergerak
dan kita tak dapat mengiringi

lalu engkau mengenangku sebagai mendung
dan aku mengenangmu sebagai hujan
di musim yang terpisah di persimpangan


2:07 18/02/05