Tuesday, May 22, 2007

kutemukan ketiadaanmu di retak kaca jendela
bayangmu diam di balik pohon ketika malam berhenti
sejenak turun di pipimu sebagai hendak yang mati

malam tak lagi indah bukan?
bayangan demi bayangan lenyap dari cahaya
rayuan demi rayuan menjerat erat-erat-erat
dan teman menjadi lawan di atas awan

seperti juga diriku, dirimu dan diri-diri yang lain
tak dapat melawan kehendak yang lahir dari ketiadaan
tak dapat menahan gejolak yang mendulak kesendirian
dan yang terjadi telah diinginkan
meski kemudian dibantah habis-habisan

MLG, 21/05/07