Sunday, December 02, 2007

Egoisme

hujan turun hanyutkan waktu
menggerus sunyi
pagari sepi-sepi tanpa diang api

hujan menutup matahari
menggandakan batas
untuk bersembunyi

hujan dan sepi menambah nyeri
matahari menggerayangi rindu
di antara rumah-rumah yang tenggelam

Batu 01/01/08


Dalam Waktu

dalam keheningan rindu mengkristal
melayang-layang dalam gemuruh kabut
menciptakan pagi berulang
di hari yang tak berubah

dalam harap hati tak beranjak
dari sabda yang tlah terucap
saat waktu terhenti dalam sujud
menusuk kiblat

dalam langkah mimpi merapat
bunga-bunga kuncup, matahari melaut
angin dan gelombang seiring
menuju pantai, menuju pantai

Malang 03/01/08


Sajak Keyakinan
: Ummi

dulu aku tak tahu
bagaimana tangan mengepal
dan membukanya kembali
bagaimana kaki melangkah
dan menghentikannya

dulu aku tak tahu
bagaimana berjalan dalam gelap malam
dan berlari dalam terik siang
sebab siang malam bersatu
memburuku

sekarang aku tahu
bagaimana berjalan dan berhenti
bagaimana siang dan malam berganti
sebab DIA menuntun matahari
ke dalam hati

Malang, 04/01/08


Roh Rindu

dalam darahmu
mengalir darahku
akan selalu
meski rohmu terpisah dengan rohku

dalam hatimu
ada hatiku
meski belum kau mengerti
apa arti nyeri dan rindu
yang membuat menangis dan berlari

Batu, 07/01/08


Rindugrafi

kutuliskan rindu
dalam kepasrahan
dalam kesakitan
dan sujud yang dalam

kusimpan rindu
dalam seluk rambut
dalam akar rerumput
dan bilik dibalik kabut

kutarikan rindu
dari waktu ke waktu
agar hatiku slalu pada Mu

Malang, 08/01/08