Egoisme
hujan turun hanyutkan waktu
menggerus sunyi
pagari sepi-sepi tanpa diang api
hujan menutup matahari
menggandakan batas
untuk bersembunyi
hujan dan sepi menambah nyeri
matahari menggerayangi rindu
di antara rumah-rumah yang tenggelam
Batu 01/01/08
Dalam Waktu
dalam keheningan rindu mengkristal
melayang-layang dalam gemuruh kabut
menciptakan pagi berulang
di hari yang tak berubah
dalam harap hati tak beranjak
dari sabda yang tlah terucap
saat waktu terhenti dalam sujud
menusuk kiblat
dalam langkah mimpi merapat
bunga-bunga kuncup, matahari melaut
angin dan gelombang seiring
menuju pantai, menuju pantai
Malang 03/01/08
Sajak Keyakinan
: Ummi
dulu aku tak tahu
bagaimana tangan mengepal
dan membukanya kembali
bagaimana kaki melangkah
dan menghentikannya
dulu aku tak tahu
bagaimana berjalan dalam gelap malam
dan berlari dalam terik siang
sebab siang malam bersatu
memburuku
sekarang aku tahu
bagaimana berjalan dan berhenti
bagaimana siang dan malam berganti
sebab DIA menuntun matahari
ke dalam hati
Malang, 04/01/08
Roh Rindu
dalam darahmu
mengalir darahku
akan selalu
meski rohmu terpisah dengan rohku
dalam hatimu
ada hatiku
meski belum kau mengerti
apa arti nyeri dan rindu
yang membuat menangis dan berlari
Batu, 07/01/08
Rindugrafi
kutuliskan rindu
dalam kepasrahan
dalam kesakitan
dan sujud yang dalam
kusimpan rindu
dalam seluk rambut
dalam akar rerumput
dan bilik dibalik kabut
kutarikan rindu
dari waktu ke waktu
agar hatiku slalu pada Mu
Malang, 08/01/08
